all information about Tempeh
Home
 

Sejarah & Perkembangan

Tempe di Indonesia

Tempe goreng merupakan cara yang paling mudah dan paling favorit pengemarnya di masyakat,  kendati demikian tempe dapat diolah menjadi berbagai macam jenis masakan dengan berbahan dasar tempe.  Dengan semakin berkembangnya aneka ragam jenis masakan yang mengunakan bahan dasar dan bahan tambahan tempe, maka semakin luas dan semakin banyak pula konsumsi tempe di masyarakat.  Dengan tidaklah mengherankan bila Indonesia merupakan negara produsen tempe terbesar di dunia dan menjadi pasar kedelai terbesar di Asia. Sebanyak 50% dari konsumsi kedelai Indonesia dilakukan dalam bentuk tempe, 40% tahu, dan 10% dalam bentuk produk lain (seperti tauco, kecap, dan lain-lain). Konsumsi tempe rata-rata per orang per tahun di Indonesia saat ini diduga sekitar 6,45 kg.

Tempe di Luar Indonesia

Sampai dengan saat ini Tempe telah menyebar hampir ke seluruh penjuru dunia, dan bahkan cita rasanya yang khas dapat diterima lidah orang-orang diluar sana.  Tempe dikenal oleh masyarakat Eropa melalui orang-orang Belanda. Pada tahun 1895, Prinsen Geerlings (ahli kimia dan mikrobiologi dari Belanda) melakukan usaha yang pertama kali untuk mengidentifikasi kapang tempe.  Perusahaan-perusahaan tempe yang pertama di Eropa dimulai di Belanda oleh para imigran dari Indonesia.

Asal usul

Tempe berwarna keputih-putihan akibat hifa kapang yang melekatkan biji-biji kedelai adalah makanan Indonesia asli.

Tidak seperti makanan kedelai tradisional lain yang biasanya berasal dari Tiongkok seperti tahu, taoco, kecap dan lain-lain, tempe merupakan makanan  berasal dari Indonesia asli. Tidak diketahui dengan jelas kapan pembuatan tempe dimulai. Namun demikian, makanan tradisonal ini sudah dikenal sejak berabad-abad lalu, terutama dalam tatanan budaya makan masyarakat Jawa, khususnya di Yogyakarta dan Surakarta. Dalam bab 3 dan bab 12 manuskrip Serat Centhini dengan seting Jawa abad ke-16 (Serat Centhini sendiri ditulis pada awal abad ke-19) telah ditemukan kata “tempe”, misalnya dengan penyebutan nama hidangan jahe santen tempe (sejenis masakan tempe dengan santan) dan kadhele tempe srundengan. Hal ini dan catatan sejarah yang tersedia lainnya menunjukkan bahwa mungkin pada mulanya tempe diproduksi dari kedelai hitam, berasal dari masyarakat pedesaan tradisional Jawa—mungkin dikembangkan di daerah Mataram, Jawa Tengah, dan berkembang sebelum abad ke-16.

Manfaat & Gizi

Top