all information about Tempeh
Home
 

General

Keseharian “bule penjual tempe” di London

150416124812_william_mitchell_tempe_640x360_williammitchell_nocreditSeorang warga Inggris yang memiliki warung tempe di London bercerita tentang kegiatannya dalam satu minggu untuk mempersiapkan makanan khas Indonesia itu.

William Mitchel yang membuka warung tempe dua tahun lalu di satu pasar di London mengatakan ia ingin memperkenalkan tempe agar masuk ke “setiap dapur di Inggris”.

“Saya bule tukang tempe,” kata William dalam bahasa Indonesia.

“Saya punya tiga pekerjaan, buat tempe, masak tempe dan promosikan tempe,” kata William.

150416124722_william_mitchell_tempe_640x360_williammitchell_nocreditWilliam mengatakan ia memulai harinya dengan belanja keperluan untuk memasak tempe pada akhir pekan.

“Senin dan Selasa saya gunakan untuk membuat tempe dan kemudian hari Rabu sampai Jumat saya jualan di pasar,” kata William kepada BBC Indonesia.

Warung Tempe di London

#TrenSosial: Belajar buat tempe di Jawa, buka warung di London

150224172306_warung_tempeh_640x360_warungtempeh

Seorang warga Inggris yang sangat menyukai tempe belajar membuat panganan Indonesia ini di Jawa dan membuka warung di London.

William Mitchell mengatakan tempe menjadi makanan kegemarannya sejak pindah ke Indonesia untuk mengajar Inggris pada 1995.

Namun William mengatakan ia tidak pernah menemukan lagi tempe dengan kualitas bagus sejak kembali ke Inggris dua tahun lalu dan memutuskan untuk membuat sendiri.

“Saya belajar membuat tempe selama beberapa bulan di Jawa dari beberapa produser dan setelah beberapa bulan saya mampu membuat tempe dengan kualitas tinggi di Inggris,” kata William kepada BBC Indonesia.

Siapa Bilang Kedelai Impor Lebih Bergizi?

JAKARTA, KOMPAS.com – Buang jauh-jauh anggapan kedelai impor lebih bagus atau lebih bergizi dibanding kedelai produksi Indonesia. Pasalnya, hasil penelitian, kedelai lokal jauh lebih bergizi dan lebih menguntungkan bagi perajin tahu atau tempe.

Pengamat tempe dari Inggris, Jonathan Agranoff mengatakan, anggapan kedelai impor lebih baik dibanding lokal masih diyakini oleh perajin tahu, tempe, atau kecap di Indonesia. Anggapan itu muncul lantaran ukuran kedelai lokal lebih kecil serta tidak rata.

Akibatnya, kata Jonathan, 14 jenis kedelai dari berbagai daerah di Indonesia belum banyak dimanfaatkan. “Buang jauh-jauh anggapan itu. Kedelai lokal jauh lebih bagus, lebih enak dari impor,” kata Jhonathan saat diskusi Sindo Radio “Memble Tanpa Tempe” di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (28/7/2012).

Top